Plafon KPR adalah jumlah pinjaman yang dikurangi dengan deposit awal kepada peminjam atau calon debitur yang hendak membeli rumah. Biasanya Bank memiliki total maksimal tenor yang hendak diberikan kepada para calon debitur. Sejauh ini, plafon yang diberikan bisa berdasarkan penghasilan debitur, histori kredit, nilai agunan dan harga rumah yang hendak dibeli itu sendiri.
Pengajuan KPR terkesan rumit di awal pengumpulan proses dokumen untuk melakukan mitigasi apakah Anda memiliki profil yang aman untuk proses pencicilan ke depannya. Besaran plafon KPR juga sangat ditentukan dari uang muka yang dibayarkan kepada Bank. Ada berbagai kebijakan yang akan diterapkan baik dari sisi jumlah plafon dan besaran angsurannya. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai apa itu plafon KPR dan proses pengajuan KPR.
Apa yang Dimaksud dengan Plafon KPR?
Plafon KPR adalah batasan maksimal jumlah pinjaman yang dapat diberikan oleh bank kepada peminjam untuk tujuan pembelian rumah. Dalam istilah yang lebih sederhana, plafon KPR adalah jumlah maksimal uang yang dapat Anda pinjam dari bank untuk membeli properti. Istilah “plafon” sendiri memiliki makna sebagai batas atas atau maksimal, dan dalam konteks KPR, ini menentukan seberapa besar pinjaman yang dapat Anda ajukan.
Pentingnya plafon KPR terletak pada kenyataan bahwa jumlah pinjaman ini akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk membeli rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda. Oleh karena itu, memahami apa yang dimaksud dengan plafon KPR dan bagaimana besarnya ditentukan sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan KPR.
Besaran Maksimal Plafon KPR Besarnya plafon KPR dapat bervariasi dari satu bank ke bank lainnya, dan faktor-faktor tertentu akan mempengaruhi berapa banyak pinjaman yang dapat Anda dapatkan. Plafon KPR biasanya diukur dalam mata uang Rupiah dan dapat mencapai jumlah yang signifikan. Namun, setiap bank memiliki kebijakan dan kriteria khusus dalam menentukan besaran plafon KPR.Pada umumnya, besaran plafon KPR ditentukan oleh beberapa faktor utama, termasuk:
1. Penghasilan Anda
Salah satu faktor yang paling mempengaruhi besaran plafon KPR adalah penghasilan Anda. Bank akan melihat seberapa besar penghasilan bulanan Anda, dan besaran plafon KPR akan diputuskan berdasarkan kemampuan Anda untuk membayar cicilan KPR.
2. Rasio Hutang
Bank akan memperhitungkan rasio hutang Anda, yang mencakup semua kewajiban keuangan Anda, termasuk cicilan KPR yang diajukan. Rasio hutang yang sehat akan mempengaruhi besaran plafon KPR yang akan Anda dapatkan.
3. Uang Muka
Besaran uang muka yang Anda siapkan juga akan mempengaruhi plafon KPR. Semakin besar uang muka yang Anda bayarkan, semakin kecil jumlah pinjaman yang diperlukan, dan plafon KPR dapat dikurangi.
4. Suku Bunga KPR
Suku bunga yang ditawarkan oleh bank juga akan memengaruhi besaran plafon KPR. Semakin rendah suku bunga, semakin besar plafon KPR yang dapat Anda ajukan.
5. Jangka Waktu KPR
Jangka waktu KPR juga memiliki peran dalam menentukan besaran plafon. Semakin lama jangka waktu KPR, semakin besar plafon KPR yang dapat Anda ajukan.
Cara Menghitung Plafon KPR
Menghitung plafon KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah langkah penting dalam proses perencanaan pembelian rumah. Berikut adalah cara menghitung plafon KPR:
1. Tentukan Pendapatan Bulanan Anda
Langkah pertama adalah menentukan pendapatan bulanan Anda. Ini mencakup gaji tetap, pendapatan tambahan, atau penghasilan lainnya yang dapat Anda andalkan setiap bulan.
2. Periksa Rasio Hutang
Hitung total kewajiban keuangan Anda. Ini mencakup cicilan pinjaman atau kartu kredit yang Anda bayarkan setiap bulan. Periksa rasio hutang Anda dengan membagi total kewajiban bulanan dengan pendapatan bulanan Anda. Rasio hutang yang sehat biasanya tidak melebihi 30-40% dari pendapatan bulanan.
3. Tentukan Jangka Waktu KPR
Pilih jangka waktu KPR yang Anda inginkan. Jangka waktu KPR biasanya berkisar antara 5 hingga 30 tahun. Jangka waktu yang lebih lama akan mengurangi cicilan bulanan, tetapi juga akan meningkatkan total bunga yang harus Anda bayar.
4. Periksa Suku Bunga KPR
Pastikan Anda tahu suku bunga KPR yang berlaku. Suku bunga dapat tetap atau mengambang, tergantung pada jenis KPR yang Anda pilih. Suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi cicilan bulanan.
5. Gunakan Kalkulator KPR
Banyak bank dan situs web perbankan menyediakan kalkulator KPR online. Gunakan kalkulator ini untuk memasukkan semua informasi yang telah Anda kumpulkan, yaitu pendapatan bulanan, rasio hutang, jangka waktu KPR, dan suku bunga. Kalkulator akan menghasilkan perkiraan besaran plafon KPR yang dapat Anda ajukan.
6. Perhitungan Uang Muka
Hitung juga uang muka yang Anda siapkan untuk pembelian rumah. Semakin besar uang muka yang Anda bayarkan, semakin kecil plafon KPR yang Anda butuhkan.
7. Perhitungan Plafon KPR
Plafon KPR dapat dihitung dengan mengurangkan uang muka dari harga rumah yang Anda inginkan. Misalnya, jika rumah yang Anda inginkan seharga Rp500 juta dan Anda siap membayar uang muka sebesar Rp100 juta, maka plafon KPR yang Anda butuhkan adalah Rp400 juta.
8. Evaluasi Kemampuan Pembayaran
Setelah mendapatkan perkiraan plafon KPR, pertimbangkan kemampuan Anda untuk membayar cicilan bulanan yang dihasilkan. Pastikan cicilan ini sesuai dengan anggaran Anda dan tidak melebihi kemampuan keuangan Anda.
9. Ajukan KPR
Jika besaran plafon KPR yang Anda hitung sesuai dengan kemampuan Anda dan cocok dengan harga rumah yang Anda incar, Anda dapat mengajukan KPR ke bank atau lembaga keuangan yang Anda pilih. Pastikan untuk memenuhi persyaratan dan dokumen yang diperlukan.
10. Verifikasi dengan Bank
Setelah mengajukan KPR, bank akan melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap profil keuangan Anda. Plafon KPR yang disetujui oleh bank dapat berbeda dari perkiraan awal Anda. Jika plafon KPR yang disetujui lebih rendah, Anda harus menyesuaikan rencana pembelian Anda sesuai dengan jumlah tersebut.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menghitung plafon KPR dengan lebih akurat dan membuat keputusan finansial yang bijak dalam proses pembelian rumah. Selalu ingat untuk melakukan riset dan berkonsultasi dengan bank atau profesional keuangan jika Anda memiliki pertanyaan atau kebingungan mengenai perhitungan KPR.
Plafon KPR Bisa Turun karena Berbagai Alasan
Meskipun plafon KPR dapat mencapai jumlah yang signifikan seperti yang Anda ajukan. Namun ada beberapa situasi di mana plafon KPR dapat turun mulai dari beberapa analisa penghasilan, aset hingga credit scoring. Untuk itu, jika Anda masih dalam usia produktif, ada baiknya rutin memperhatikan kestabilan alur kas keuangan Anda. Beberapa alasan yang dapat menyebabkan turunnya plafon KPR meliputi:
1. Penghasilan yang Tidak Stabil
Jika penghasilan Anda tidak stabil atau tidak cukup tinggi, bank mungkin akan menetapkan plafon KPR yang lebih rendah.
2. Rasio Hutang yang Tinggi
Jika Anda sudah memiliki banyak kewajiban keuangan lainnya yang menghasilkan rasio hutang yang tinggi, bank akan cenderung menurunkan plafon KPR.
3. Kredit Buruk
Jika riwayat kredit Anda buruk atau memiliki catatan kredit yang tidak baik, bank mungkin akan memberikan plafon KPR yang lebih rendah atau menolak pengajuan Anda.
4. Usia Peminjam
Usia peminjam juga dapat memengaruhi plafon KPR. Peminjam yang lebih tua mungkin mendapatkan plafon KPR yang lebih rendah.
5. Jaminan yang Tidak Memadai
Jika properti yang Anda beli tidak memiliki jaminan yang cukup sesuai dengan standar bank, plafon KPR dapat turun.
6. Perubahan Kebijakan Bank
Bank dapat mengubah kebijakan mereka dalam menentukan besaran plafon KPR, yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar.
Ajukan Pendanaan KPR Bunga 1,88% Tenor Maksimal 25 Tahun!
Ingin memiliki rumah impian dan idaman di daerah Ibukota? Tapi bingung bagaimana dengan dananya? Jangan khawatir, Anda bisa mengajukan pendanaan untuk membayar rumah yang Anda inginkan, sudah tidak asing dengan KPR bukan? Menariknya dengan adanya KPR, Anda bisa memiliki rumah dan seluruh sertifikat legalnya secara langsung atas nama calon debitur atau Anda sendiri.
Tidak perlu rumit dan ragu, selama rasio pinjaman tidak melebihi 30-40% dari penghasilan. Maka, Anda tentu bisa membayar cicilan setiap bulannya. Danamas adalah Platform terpercaya yang merupakan bagian dari Sinar Mas, perusahaan konglomerasi terdepan di Indonesia.
Seluruh proses berjalan aman dan terpercaya. Danamas sudah mendapatkan ijin dari dan diawasi oleh OJK. Mulai solusi cicilan lebih murah dengan Bunga 1.88% dari Danamas dengan tenor maksimal hingga 25 tahun. Kunjungi Instagram Danamas untuk mendapatkan update terbaru mengenai ragam properti dan lakukan simulasi plafon pinjaman KPR!